Dehonian Scout Camp Part 2

Hari pertama Pada Rabu, 12 November 2025, seluruh panitia telah siap sejak sore hari untuk menyambut kedatangan para peserta serta pendamping dari Sekolah Yos Sudarso Metro. Suasana antusias langsung terasa begitu rombongan tiba di lingkungan sekolah. Setibanya di area kegiatan, panitia mengarahkan peserta menuju ruang istirahat yang telah dipersiapkan. Setelah semua terkoordinasi, panitia memberikan sambutan singkat sebagai bentuk penerimaan resmi sekaligus ucapan selamat datang kepada para peserta dan guru pendamping. Sambutan tersebut menjadi pembuka yang menegaskan semangat “Together in Nature, United in Compassion.” Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto di booth yang telah disediakan sebagai dokumentasi awal. Memasuki waktu malam, para peserta dipersilakan menuju area makan malam yang telah ditata oleh divisi konsumsi. Panitia memastikan seluruh hidangan tersedia dengan baik dan setiap peserta memperoleh porsi konsumsi sesuai kebutuhan. Setelah itu, panitia kembali mengarahkan peserta menuju tempat istirahat. Dengan demikian, seluruh peserta dapat beristirahat dengan nyaman dan mempersiapkan diri menghadapi rangkaian kegiatan pada esok hari. Hari kedua Pada Kamis, 13 November 2025, peserta Yos Sudarso Metro memulai hari dengan menata diri dan bersiap mengikuti rangkaian kegiatan. Setelah semuanya rapi, mereka diarahkan untuk menikmati sarapan bersama. Divisi konsumsi telah menyiapkan hidangan dengan baik sehingga seluruh peserta dapat makan dengan nyaman dan cukup. Sedangkan untuk peserta Antonius satu satu berdatangan ke sekolah. Usai sarapan, peserta dikumpulkan di halaman untuk mengikuti upacara pembukaan di lapangan SMP–SMA Santo Antonius sebelum berangkat menuju Buperta Cibubur. Upacara dipimpin oleh Bruder Tri Antara SCJ selaku ketua pembina, yang menegaskan kembali pentingnya nilai compassion sebagai semangat utama kegiatan hari itu. Setelah upacara selesai, para peserta kembali ke area masing-masing untuk mengambil barang. Mereka kemudian memasukkan perlengkapan ke dalam tronton sesuai arahan panitia. Proses keberangkatan diatur berdasarkan pembagian kendaraan sehingga seluruh peserta dapat berangkat dengan tertib menuju Buperta. Setibanya di Buperta, kegiatan berlanjut dengan pendirian tenda. Para peserta bekerja sama merapikan area tidur dan menata barang-barang pribadi mereka. Setelah tenda siap, peserta mulai memasak makanan masing-masing menggunakan bahan-bahan yang telah disediakan oleh panitia sebagai bagian dari kegiatan kemandirian. Menjelang sore, seluruh peserta mengikuti misa bersama sebagai waktu untuk menenangkan diri dan memperdalam makna kebersamaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi, di mana peserta diajak merenungkan kembali pengalaman sepanjang hari serta memetik nilai positif dari setiap aktivitas yang telah mereka jalani. Setelah refleksi, berlangsung dinamika kelompok yang bertujuan mempererat interaksi antarpeserta. Dalam sesi ini, setiap anggota kelompok diberikan kesempatan untuk saling berkenalan dan mengetahui lebih banyak tentang satu sama lain, sehingga tercipta suasana persaudaraan yang hangat. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan jurit malam. SD, SMP, dan SMA mendapatkan rute serta tantangan yang berbeda. Peserta SD menjalani perjalanan sambil berjalan dengan mata tertutup, SMP mengikuti jejak yang telah disusun panitia, sedangkan SMA diminta memecahkan sandi morse dengan penerangan lilin. Setiap jenjang mengikuti tantangan sesuai usia mereka, dengan tetap menjaga keselamatan dan nilai pembelajaran. Hari ketiga Pada Jumat, 14 November 2025, kegiatan dimulai dengan senam pagi bersama. Seluruh peserta berkumpul di area yang telah disiapkan dan mengikuti gerakan pemanasan yang dipandu oleh panitia. Suasana pagi terasa segar dan penuh energi, menjadi awal yang baik untuk menjalani rangkaian kegiatan selanjutnya. Setelah senam, peserta kembali ke tenda masing-masing untuk melaksanakan MCK, memasak, dan menyiapkan sarapan. Divisi konsumsi memastikan kebutuhan bahan makanan tersedia, sementara pendamping dari setiap kelompok membantu proses memasak. Usai sarapan, seluruh peserta mengikuti apel “Pengenalan Cari Jejak”. Pada sesi ini, panitia memberikan penjelasan mengenai teknis kegiatan yang akan diikuti. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Cari Jejak”. Peserta diarahkan mengikuti rute yang telah disusun panitia. Setiap kelompok didampingi pendamping untuk memastikan keamanan. Dengan kegiatan : Sandi Kotak, Penyampaian Pesan Semaphore, Tebak Aroma, PBB dan Estafet Tali Temali/Membuat Simpul. Menjelang siang, peserta kembali ke tenda untuk melaksanakan kegiatan memasak makan siang. Divisi konsumsi kembali mendistribusikan bahan makanan, dan peserta menyiapkan hidangan mereka masing-masing. setelah itu diberikan waktu untuk membuat prakarya dengan bahan yang sudah di siapkan panitia. Memasuki sore hari, peserta kembali melaksanakan MCK dan menyiapkan makan malam. Mereka memasak menu sederhana sesuai bahan yang diberikan panitia. Meski kegiatan tampak rutin, namun para peserta tampak menikmati prosesnya, terutama karena dilakukan bersama teman satu kelompok. Setelah makan malam, peserta diarahkan mengikuti persiapan Upacara Api Unggun. Panitia menata area upacara dan memastikan seluruh perlengkapan tersedia. Para peserta pun mulai berkumpul dan bersiap mengikuti rangkaian acara yang merupakan salah satu momen puncak dalam kegiatan perkemahan. Saat malam tiba, Upacara Api Unggun dilaksanakan dengan meriah. Divisi acara memimpin jalannya acara. Setiap jenjang sekolah tampil membawakan persembahan sesuai kreativitas masing-masing. Kegiatan malam ditutup dengan doa malam bersama. Setelah itu, para peserta diarahkan untuk beristirahat di tenda masing-masing. Panitia memastikan seluruh peserta berada di tempat istirahat dengan aman, sehingga mereka dapat tidur dengan cukup dan siap melanjutkan kegiatan keesokan harinya. Hari keempat Pada Sabtu, 15 November 2025, kegiatan dimulai sejak pagi dengan rutinitas harian peserta. Mereka melaksanakan MCK, menyiapkan masakan, dan sarapan bersama untuk memulai hari. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti Perayaan Ekaristi untuk memohon berkat bagi penutupan kegiatan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh syukur. Serta memberikan Kesan pesan selama mengikuti Dehonian Scout Camp Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan penutupan acara. Peserta dan panitia bersama-sama menata perlengkapan, menyelaraskan rangkaian kegiatan akhir, serta memastikan segala kebutuhan upacara siap digunakan. Berikutnya, dilaksanakan Upacara Penutupan Dehonian Scout Camp yang disertai dengan sesi pemberian apresiasi bagi peserta, regu, dan individu yang menunjukkan prestasi maupun sikap terbaik selama kegiatan berlangsung. Sebagai penutup, peserta melakukan foto bersama, membongkar tenda, melaksanakan operasi semut, kemudian menikmati makan siang. Setelah segala kegiatan selesai, seluruh peserta kembali ke tempat masing-masing dengan tertib.
Serah terima Bus Sekolah Dehonian

Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon baru saja melaksanakan serah terima satu unit bus sekolah yang akan digunakan untuk mendukung operasional pendidikan di sekolah-sekolah Dehonian. Fasilitas transportasi ini diperuntukkan bagi Sekolah Santo Antonius Jakarta maupun Sekolah Yos Sudarso Metro, sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan ekstrakurikuler. Bus sekolah tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, terutama perjalanan jauh yang membutuhkan kendaraan, seperti kegiatan studi lapangan, perlombaan, maupun acara sekolah lainnya. Kehadiran bus ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan akses bagi siswa-siswi, sehingga aktivitas pendidikan dapat berjalan lebih lancar dan terfasilitasi dengan baik.
Pembukaan Yubelium Dehonian, Dehonian Value, dan Peringatan 100 Tahun Wafatnya Pater Dehon

Jakarta, 12 Agustus 2025. Susana meriah mewarnai pembukaan perayaan Yubelium Dehonian yang diselenggarakan di aula Santo Antonius wilayah Jakarta. Acara ini sekaligus menjadi momentum untuk merayakan 100 tahun wafatnya Pater Leo Yohanes Dehon SCJ, pendiri Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus, yang dikenal sebagai pelopor pemikiran Pendidikan Kristiani. Kegiatan dihadiri oleh seluruh tenaga kependidikan, guru dari berbagai unit, mualai dari SD, SMP, SMA, serta Staf Kantor Operasional Yayaysan. Tidak hanya itu, Romo Yohanes Rasul Susanto SCJ hadir sebagai pengisi materi utama, membawa pesan dan gagasan Pater Leo Dehon. Rangkaian acara diawali dengan sesi Dehonian Value, yang membedah gagasan-gagasan penting Pater Dehon tentang pendidikan Kristiani. Materi ini menjadi bekal bagi para tendik maupun guru : mengasihi setiap anak didik, membimbing mereka menuju kematangan iman, dan membentuk pribadi yang siap membawa perubahan di tengah masyarakat. Dalam pemaparan Romo Yohanes Rasul Susanto SCJ, ditegaskan bahwa pendidikan Kristiani menurut Pater Dehon tidak hanya mengejar ijazah atau prestasi akademik semata. Pendidikan harus membawa setiap anak menuju kesempurnaan sebagai ciptaan Tuhan, mengembangkan seluruh aspek kemanusiaan, fisik, intelektual, moral, hingga spiritual dengan tahta paling tinggi yaitu kasih. Pater Dehon menggarisbawahi tiga tanggung jawab mulia seorang pendidik: Metode pendidikan yang diajarkan Pater Dehon menekankan pentingnya membangun relasi personal dengan peserta didik. Pendidik tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan hidup yang memotivasi dengan cinta, bukan dengan rasa takut. Romo Yohanes juga menyinggung peran buku dan bacaan yang mempengaruhi peserta didik. Buku yang baik dapat menjadi teman perjalanan belajar, membangkitkan imajinasi, dan membantu menemukan panggilan hidup. Sebaliknya, bacaan yang keliru dapat merusak nilai-nilai moral. Oleh karena itu, para pendidik diajak untuk selektif dalam memberikan referensi bacaan bagi siswa. Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan kegiatan penanaman 100 bibit tanaman. Aksi ini dilakukan bersama-sama oleh guru, tendik, sebagai wujud nyata peringatan 100 tahun wafatnya Pater Leo Yohanes Dehon SCJ. Melalui perayaan ini, diharapkan nilai-nilai Dehonian semakin mengakar dalam setiap langkah pelayanan pendidikan, sehingga sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ladang pembentukan pribadi yang cerdas, terampil, berkarakter dehonian.
Misa Pembukaan Tahun Ajaran 2025/2026 & Pelantikan Kepala Sekolah

Pada hari Jumat, 18 Juli 2025, seluruh warga komunitas Yayasan Santo Antonius yang terdiri atas unit SD, SMP, dan SMA Santo Antonius bersama para Bapak dan Ibu guru serta Tenaga Kependidikan, berkumpul di Gereja Santo Antonius Bidaracina dalam rangka mengikuti Misa Pembukaan Tahun Ajaran Baru sekaligus prosesi pelantikan kepala sekolah yang baru. Kegiatan ini menjadi momen penting sebagai awal perjalanan pendidikan yang baru sekaligus momentum serah terima kepemimpinan di masing-masing unit sekolah. Misa dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berlangsung dalam suasana yang khusyuk dan penuh kekhidmatan. Dalam perayaan Ekaristi tersebut, para siswa dan siswi dari SD Santo Antonius turut mempersembahkan penampilan istimewa berupa alunan musik kolintang yang menambah. Dalam homili, Romo Ignatius Trisna Setiadi, SCJ menyampaikan refleksi mendalam tentang pentingnya mengawali tahun ajaran baru dengan semangat pembaruan diri. Para peserta diajak untuk menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang mampu mengelola waktu dengan bijak, serta hidup selaras dengan kehendak Allah. Selain itu, ditekankan pula pentingnya menaati aturan yang berlaku sebagai wujud kedisiplinan dan tanggung jawab, dalam komunitas sekolah. Misa ini juga menjadi momen penting dalam proses pelantikan kepala sekolah yang baru. Ketiga kepala sekolah baru mengucapkan ikrar janji jabatan, menyatakan komitmen mereka untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat pelayanan. Ikrar tersebut disampaikan secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual kepada yayasan, rekan kerja, peserta didik, serta Tuhan sendiri. Di hadapan Ketua Yayasan dan disaksikan oleh seluruh warga sekolah, dilaksanakan prosesi penurunan jabatan kepala sekolah yang lama dan pelantikan kepala sekolah yang baru untuk ketiga unit: SD, SMP, dan SMA Santo Antonius. Proses ini menjadi simbol pergantian tanggung jawab dan harapan baru dalam kepemimpinan sekolah. Selanjutnya dilakukan serah terima jabatan secara simbolis dari kepala sekolah yang lama kepada kepala sekolah yang baru, disertai dengan penandatanganan dokumen peresmian jabatan oleh masing-masing kepala sekolah dan pihak yayasan. Prosesi ini menandai peralihan resmi tanggung jawab kepemimpinan dan sekaligus menjadi penegasan arah baru yang akan ditempuh oleh masing-masing unit sekolah. Setelah seluruh rangkaian pelantikan selesai, misa dilanjutkan hingga pada akhirnya ditutup dengan doa berkat.
Misa Tutup Tahun Ajaran 2024/2025

Pada hari Jumat, 20 Juni 2025, seluruh keluarga besar Sekolah Santo Antonius menggelar Misa Tutup Tahun Ajaran 2024/2025 di Gereja St. Antonius Padua, Bidaracina. Misa ini menjadi momen syukur bersama atas penyertaan Tuhan selama satu tahun penuh perjalanan pendidikan yang telah dilalui dengan berbagai dinamika, pencapaian, dan pertumbuhan. Misa dipimpin secara khidmat oleh Romo Trisna dan Romo Edi serta diikuti oleh para guru, karyawan, siswa, serta beberapa orang tua . Suasana misa berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Lagu-lagu rohani dinyanyikan dengan semangat, mencerminkan rasa syukur atas berkat dan penyertaan Tuhan. Dalam homilinya, Romo menyampaikan pesan penting mengenai makna menutup tahun ajaran dengan hati yang penuh syukur dan keterbukaan untuk masa depan. Ia menekankan pentingnya setiap pribadi baik siswa maupun pendidik untuk selalu tumbuh dalam semangat kasih, pelayanan, dan tanggung jawab. Sebelum misa ditutup, diadakan pemberian sertifikat apresiasi kepada guru-guru yang telah menunjukkan peran aktif dalam mengumpulkan sertifikat terbanyak dari berbagai kegiatan pengembangan diri dan profesionalisme. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat dan dedikasi para pendidik dalam terus belajar dan mengembangkan kapasitasnya demi mutu pendidikan di lingkungan YPKLD. Selain itu, momen yang penuh haru juga terjadi saat sekolah secara resmi mengucapkan selamat jalan dan terima kasih kepada beberapa guru yang memasuki masa purnabakti (pensiun) serta guru yang memutuskan untuk tidak melanjutkan tugas pelayanan di lingkungan YPKLD. Dengan hati yang penuh terima kasih, perwakilan sekolah dan para siswa memberikan ucapan perpisahan. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh murid, guru dan karyawan sebagai kenangan penutup tahun ajaran.
Pentas Seni dan Budaya Sekolah Dehonian

Pada tanggal 12 Juni 2025, suasana di Sekolah Santo Antonius Jakarta mulai dipenuhi antusiasme menyambut kedatangan tamu istimewa dari Sekolah Yos Sudarso Metro, Lampung. Rombongan peserta dari Metro telah menempuh perjalanan panjang menuju ibu kota, penuh semangat dan harapan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Pentas Seni dan Budaya Keluarga Dehonian. Setibanya di Jakarta pada malam hari, para siswa dan pendamping dari Yos Sudarso disambut dengan hangat dan meriah oleh keluarga besar Santo Antonius. Kehangatan penyambutan terasa bagaikan reuni keluarga besar. Para guru, karyawan, serta peserta didik menyambut dengan senyum dan pelukan, menciptakan suasana penuh kekeluargaan. Setelah penyambutan, rombongan Yos Sudarso diarahkan menuju ruang makan bersama. Makan malam disajikan dalam suasana santai, menjadi awal yang indah dari serangkaian acara besar yang akan dilangsungkan selama dua hari. Setelah makan malam, para peserta dari Metro dipersilakan untuk menata barang-barang dan beristirahat di tempat yang telah disiapkan. Istirahat malam itu menjadi waktu untuk memulihkan tenaga, menyatukan niat, serta mempersiapkan hati dan pikiran untuk agenda hari berikutnya yang padat. Tanggal 13 Juni 2025 dimulai dengan perayaan Misa dan pesta nama Santo Antonius, pelindung sekolah. Perayaan Misa berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan, diiringi dengan penampilan tarian liturgi dari siswa-siswi SD Santo Antonius yang memberikan sentuhan seni. Usai Misa, para peserta dan penampil mulai mengikuti sesi gladi resik. Setiap penampil, baik dari Jakarta maupun Metro, diberikan kesempatan untuk beradaptasi dengan panggung dan mengatur alur pertunjukan. Gladi resik berjalan lancar Siang menjelang sore hari, seluruh peserta kembali berkumpul untuk mengikuti kegiatan kebersamaan yang mengusung tema pakaian bernuansa merah. Tujuannya adalah untuk membangun ikatan lebih erat antar pelajar dua daerah yang berbeda. Tempat duduk diacak untuk mendorong interaksi dan keakraban. Beragam permainan dan sesi interaktif diselenggarakan. Suasana penuh tawa dan semangat kebersamaan mencerminkan nilai kasih dalam tema besar kegiatan ini: Being Loved and Loving. Kegiatan hari itu ditutup dengan harapan yang tinggi akan keberhasilan hari puncak esoknya. Tanggal 14 Juni menjadi hari puncak kegiatan. Sejak pagi, satu per satu tamu undangan mulai berdatangan: orang tua, siswa, alumni, serta tamu kehormatan lainnya. Acara dimulai dengan tarian pembuka “Gamjunjung” yang penuh keanggunan. Setelah doa pembuka, rangkaian acara pentas seni pun resmi dimulai. Penampilan demi penampilan berlangsung sesuai susunan acara, dimulai dengan penampilan drum band. Sambutan dari Ketua YPKLD membuka segmen sambutan resmi. Acara dilanjutkan dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, disusul drama segmen pertama bertema cinta kepada tanah air. Segmen selanjutnya mengangkat tema cinta kepada alam semesta. Penampilan tari semaphore, kolintang, band, dan soloist memperkuat pesan akan pentingnya menjaga dan merawat bumi. Drama segmen ketiga membahas cinta kepada sesama. Musikalisasi puisi, karate, dan pencak silat disatukan dengan harmonis, menunjukkan kekuatan cinta dalam membangun solidaritas dan perdamaian antar manusia. Segmen keempat menyuarakan cinta kepada diri sendiri. Penampilan pantomim, pembacaan puisi, hingga kolaborasi antara orang tua dan anak menghadirkan momen menyentuh dan inspiratif. Segmen kelima merupakan refleksi akan cinta kepada Tuhan. Ditampilkan berbagai pertunjukan seperti tari kontemplatif, fashion show karya lukis siswa SD, serta soloist dari alumni SMA Santo Antonius, Gibran Marten, yang hadir khusus untuk menyemarakkan acara. Acara dilanjutkan dengan pemberian sertifikat penghargaan kepada lima unit sekolah di bawah naungan YPKLD serta kepada alumni yang telah berkontribusi dalam kegiatan. Momentum ini menjadi simbol apresiasi dan motivasi bagi seluruh anggota keluarga besar Dehonian. Salah satu momen berkesan lainnya adalah lelang lukisan Jalan Salib hasil Butet Kartarajasa Lelang ini tidak hanya menampilkan kreativitas seni, namun juga sebagai bentuk penggalangan dana untuk kegiatan sosial dan pendidikan. Sebagai penutup, Frater Thomas menampilkan lukisan pasir bertema seluruh rangkaian acara sampai ke tema besar yaitu love Acara ditutup dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Para tamu dan peserta meninggalkan tempat.
Dehonian Day

Pada hari Sabtu, 15 Maret 2025, sekolah Santo Antonius mengadakan kegiatan Dehonian Day dengan tema One Heart, One Love, One Dehonian. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dari jenjang SD, SMP, dan SMA, serta para orang tua murid. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan dalam keluarga besar Santo Antonius serta menumbuhkan semangat solidaritas dan kebersamaan serta cinta lingkungan. Kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan di lapangan sekolah. Dalam upacara ini, kepala sekolah menyampaikan sambutan serta menjelaskan rangkaian acara yang akan berlangsung sepanjang hari. Setelah pembukaan, seluruh peserta diarahkan menuju pintu gerbang sekolah untuk memulai kegiatan jalan sehat. Jalan sehat ini dilakukan dengan rute yang telah ditentukan, yaitu mengitari daerah sekitar sekolah. Peserta berjalan dari sekolah menuju tikungan lampu merah Jatinegara, melewati Stasiun Jatinegara, Pasar Batu Akik, lampu merah Rumah Sakit Premier, belokan bawah flyover Kampung Melayu, dan kembali ke sekolah. Seluruh peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar, masing-masing didampingi oleh guru, tenaga kesehatan, serta ambulans yang siap siaga. Tim dokumentasi juga turut mengabadikan momen kebersamaan selama perjalanan. Selain sebagai ajang kebugaran, jalan sehat ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Selama perjalanan, siswa-siswi serta orang tua murid diberikan kantong kresek oleh pihak sekolah untuk mengambil sampah yang ditemukan di sepanjang rute. Kegiatan ini dilakukan dengan penuh semangat dan antusiasme, serta berlangsung dengan tertib dan kondusif. Setibanya kembali di sekolah, peserta diberikan waktu untuk beristirahat. Sambil beristirahat, para peserta disuguhkan berbagai penampilan dari siswa-siswi SD Santo Antonius. Beragam keahlian ditampilkan di atas panggung dengan penuh percaya diri dan kekompakan, menciptakan suasana yang penuh semangat dan apresiasi. lomba paduan suara keluarga. Lomba memasak diadakan di lapangan rumput lantai dasar, sedangkan lomba paduan suara berlangsung di aula lantai empat. Setiap keluarga serta siswa-siswi yang berpartisipasi melakukan persiapan sesuai dengan kategori lomba yang diikuti. Untuk lomba memasak, panitia menghadirkan dua juri dari luar sekolah yang memiliki pengalaman di bidang kuliner. Para peserta mulai mempersiapkan bahan-bahan, memotong, memasak, dan menyajikan makanan dengan kreativitas masing-masing. Suasana kompetisi berlangsung dengan penuh semangat dan sportivitas. Sementara itu, lomba paduan suara menampilkan berbagai kelompok dengan aransemen suara yang luar biasa. Setiap kelompok tampil dengan kostum unik dan membawakan lagu yang sudah ditentukan oleh sekolah dengan teknik vokal yang matang. Perlombaan ini dinilai oleh juri profesional dari luar sekolah. Setelah seluruh perlombaan selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan ekstrakurikuler dari unit SD, SMP, dan SMA Santo Antonius. Setiap unit menampilkan bakat terbaik mereka dalam bidang seni dan olahraga, memperlihatkan beragam keterampilan yang telah mereka kembangkan di sekolah. Sebagai penutup, diumumkan para pemenang dari berbagai perlombaan yang telah berlangsung. Para pemenang mendapatkan penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kreativitas mereka. Tidak lupa, selama acara berlangsung, panitia juga membagikan doorprize untuk semakin memeriahkan acara sebagai peringatan hari kelahiran Pater Dehon yang ke-182. Acara Dehonian Day pun berakhir dengan lancer
Dehonian Cup Day 1

Pada hari Jumat, 15 November 2024, Dehonian Cup resmi dimulai di SMP dan SMA Santo Antonius dengan penuh semangat dan antusiasme. Acara ini merupakan kompetisi tahunan yang melibatkan peserta dari jenjang pendidikan TK, SD, hingga SMP, serta mengundang partisipasi dari berbagai sekolah lain di wilayah sekitar. Dengan tema Different in Diversity, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar sekolah. Dehonian Cup tahun ini menggelar berbagai lomba sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat TK, perlombaan yang diadakan meliputi fashion show dan mewarnai. Tingkat SD menghadirkan kompetisi tari kreasi, futsal, dan vokal solo, sementara tingkat SMP mempertandingkan basket, futsal, dan e-sport. Sebagai tuan rumah, SMA Santo Antonius berperan sebagai penyelenggara utama dengan dukungan dari siswa-siswi serta guru. Acara diramaikan oleh partisipasi aktif dari siswa-siswa SMP dan SMA Santo Antonius yang membantu mengatur jalannya pertandingan serta melayani kebutuhan para peserta dan pendukung. Kehadiran mereka sebagai panitia memberikan kontribusi besar dalam memastikan kelancaran kegiatan. Acara Dehonian Cup juga diramaikan oleh berbagai booth dari sponsor, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Komite Orang Tua, dan bazar. Booth-booth tersebut menjadi daya tarik tersendiri, menawarkan berbagai produk dan informasi yang menarik bagi para pengunjung. Kegiatan diawali dengan registrasi para peserta dari berbagai sekolah yang mengikuti lomba. Para siswa datang dengan penuh semangat, didampingi oleh guru pendamping dan orang tua yang antusias mendukung anak-anak. Acara pembukaan dimulai di lapangan dengan doa bersama yang di pimpin oleh Rm Fransiskus Edi Setiawan SCJ dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta lagu Spirit Dehonian. Ketua panitia Dehonian Cup, Bapak Bernadus Jebatu, S.Ag. Memberikan sambutan hangat kepada para peserta. Beliau menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua pihak serta harapannya agar acara ini dapat menjadi wadah positif. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua KOY, Rm. Ignatius Trisna Setiadi, SCJ, yang memberikan dorongan kepada para peserta untuk memberikan yang terbaik dalam kompetisi. Suasana pembukaan semakin meriah dengan penampilan tari kreasi dari siswa SMA Santo Antonius yang memukau peserta. Penampilan kolintang dan paduan suara juga menambah suasana. Seluruh peserta diarahkan ke lokasi pertandingan masing-masing untuk memulai kompetisi. Pertandingan futsal dan basket berlangsung dengan meriah di lapangan sekolah. Kompetisi futsal menjadi ajang unjuk kerja sama tim yang solid, di mana para pemain muda menunjukkan kemampuan mereka yang luar biasa. Sementara itu, pertandingan basket menyuguhkan aksi-aksi yang tidak kalah menarik, dengan sorakan dukungan dari para penonton yang menambah semangat para atlet muda di lapangan. Sementara itu, di ruang kelas lantai tiga, kompetisi e-sport untuk tingkat SMP berlangsung dengan suasana yang tidak kalah seru. Para peserta menunjukkan konsentrasi dan strategi mereka dalam permainan.Hingga sore hari, pertandingan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Setiap momen kompetisi dipenuhi dengan semangat sportivitas dan kegembiraan, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi inti dari tema Dehonian Cup. Meskipun lelah, para peserta tetap menunjukkan energi yang luar biasa, menjadikan hari pertama ini sebagai awal yang sukses.
Dehonian Cup Day 2

Pada hari Sabtu, 16 November 2024, Dehonian Cup memasuki hari kedua dengan serangkaian acara yang lebih padat dan meriah. Seperti hari sebelumnya, kegiatan diawali dengan registrasi peserta di pagi hari. Setelah itu, pembukaan acara dilaksanakan di aula sekolah Santo Antonius, diawali dengan penampilan ekskul tari dari siswa SD Santo Antonius. Suasana pembukaan penuh semangat ini memberikan energi positif untuk melanjutkan rangkaian kompetisi dan kegiatan sepanjang hari. Pertandingan semi final dan final untuk cabang olahraga futsal dan basket tingkat SD dan SMP menjadi agenda utama di lapangan. Para peserta menunjukkan semangat juang tinggi dan kerja sama tim yang solid untuk memperebutkan gelar juara. Di tempat lain, lomba mewarnai untuk anak-anak TK dilaksanakan di perpustakaan sekolah. Di aula, rangkaian kegiatan juga berlangsung semarak dengan berbagai lomba dan penampilan. Final e-sport tingkat SMP diselenggarakan di aula, agar menarik perhatian banyak penonton yang ingin menyaksikan aksi strategi terbaik dari para peserta. Selain itu, aula juga menjadi lokasi lomba tari kreasi dan vokal solo tingkat SD, di mana para peserta tampil dengan percaya diri menampilkan bakat mereka di hadapan para juri dan penonton. Menambah kemeriahan suasana, ekskul dance dari SMP Santo Antonius turut menampilkan tarian energik yang menghibur, diikuti oleh penampilan band siswa SMP dan SMA yang menampilkan lagu-lagu favorit dengan penuh semangat. Setelah seluruh lomba selesai, pembagian hadiah dilakukan di dua lokasi, yaitu aula dan lapangan. Para pemenang menerima penghargaan atas usaha dan kerja keras mereka, diiringi tepuk tangan meriah dari peserta lain, pendukung, dan panitia. Pembagian hadiah ini menjadi momen yang penuh kebanggaan bagi para juara dan motivasi bagi peserta lainnya. Sebagai penutup, seluruh peserta, pendukung, dan panitia berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara penutupan Dehonian Cup tahun ini, sekaligus menjadi ajang perpisahan. Dengan semangat keberagaman dan kebersamaan, Dehonian Cup 2024 ditutup dengan harapan akan terus menjadi acara yang mempererat hubungan dan menginspirasi generasi muda di tahun-tahun mendatang.
Dehonian Scout Camp Day 1

Pada tanggal 8 hingga 10 November 2024, SD Santo Antonius, SMP Santo Antonius, dan SMA Santo Antonius, bersama dengan SMP dan SMA Yos Sudarso, melaksanakan kegiatan Pramuka bersama yang bertempat di Sekolah Yos Sudarso, Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh 20 siswa dari masing-masing jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA, didampingi oleh guru pendamping. Dengan mengusung tema “One Heart One Dehonian Scout,” kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan kebersamaan di kalangan sekolah-sekolah di bawah Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon (YPKLD), khususnya di antara siswa/i sekolah Santo Antonius dan Yos Sudarso. Melalui berbagai kegiatan Pramuka yang telah dirancang, para peserta diharapkan dapat mengasah keterampilan kepemimpinan serta meningkatkan kerjasama dan hubungan baik di antara sesama anggota Pramuka. Kegiatan-kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat Dehonian dalam kehidupan sehari-hari, yang meliputi nilai-nilai kepedulian, disiplin, dan kebersamaan, selaras dengan tujuan yayasan untuk membangun karakter siswa yang kuat dan berintegritas. Tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan pramuka, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjalin kekerabatan yang lebih erat antara siswa/i di bawah naungan YPKLD, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan hubungan baik yang berkelanjutan serta kerjasama yang lebih erat antar anggota pramuka dan memperkuat rasa persaudaraan yang menyatukan seluruh peserta. Para peserta melakukan perjalanan menuju Lampung pada tanggal 7 November 2024 dan tiba di Sekolah Yos Sudarso pukul 18.00 WIB. Setibanya di lokasi, peserta dari Jakarta disambut meriah oleh siswa-siswi serta para guru dari Yos Sudarso. Setelah prosesi penyambutan, Peserta dari Antonius diarahkan menuju tempat yang telah disediakan untuk beristirahat, memulihkan energi, dan mempersiapkan diri untuk kegiatan utama yang akan dimulai keesokan harinya. Pada hari pertama kegiatan perkemahan Pramuka gabungan di Sekolah Yos Sudarso Lampung, seluruh peserta mengawali pagi dengan sarapan sambil menunggu kehadiran peserta dari sekolah tuan rumah. Setelah seluruh peserta berkumpul, acara dimulai dengan upacara dalam rangka pembiasaan dan pengarahan. Dalam pengarahan ini, peserta diberikan informasi penting terkait pembagian lokasi perkemahan, denah tenda, area mandi, aturan perkemahan yang harus dipatuhi, serta pembagian kelompok. Setelah pengarahan selesai, peserta dibagi ke area tenda pria dan wanita yang telah disiapkan, dengan pengawasan dari para guru pendamping. Selanjutnya, seluruh peserta bersama pendamping bergotong royong untuk mendirikan tenda. Aktivitas ini dilakukan bersama, hingga tenda berdiri kokoh dan barang-barang ditempatkan di dalam tenda. Setelah tenda siap, peserta dan pendamping berkumpul dalam apel yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon, Bruder Petrus Tri Antara SCJ, yang sekaligus meresmikan perkemahan melalui prosesi penaikan bendera dari setiap sekolah peserta. Setelah apel, peserta menerima materi mengenai pembuatan pupuk kompos. Untuk makan siang setiap kelompok diberi bahan baku untuk masak, dengan sistem piket dua perwakilan yang bergantian memasak. Pada siang hari, diadakan kegiatan cinta alam, di mana para peserta bersama-sama membersihkan sampah di area sekitar perkemahan. Set, teelah itu, mereka diberikan materi tentang pengolahan sampah, termasuk jenis-jenis sampah yang dapat didaur ulang dan yang tidak. Peserta kemudian mempraktikkan pembuatan pupuk kompos dengan cara mencacah sampah organik, mencampurnya dengan pupuk kompos, menambahkan gula, dan menutupnya dalam plastik untuk fermentasi. Menjelang malam, seluruh peserta mengikuti misa Ekaristi, dilanjutkan dengan makan malam yang dimasak oleh tim piket. Kemudian, kegiatan dinamika kelompok “Tak Kenal Maka Tak Sayang” diadakan untuk mempererat hubungan antar peserta. Mereka saling mengenalkan diri, termasuk dengan para pendamping, untuk menumbuhkan keakraban dan rasa kebersamaan. Di penghujung hari, peserta bersama-sama merefleksikan kegiatan yang telah dilaksanakan sejak pagi hingga malam, serta memanjatkan doa malam sebelum beristirahat di tenda masing-masing.