Dehonian Scout Camp Part 2

Hari pertama Pada Rabu, 12 November 2025, seluruh panitia telah siap sejak sore hari untuk menyambut kedatangan para peserta serta pendamping dari Sekolah Yos Sudarso Metro. Suasana antusias langsung terasa begitu rombongan tiba di lingkungan sekolah. Setibanya di area kegiatan, panitia mengarahkan peserta menuju ruang istirahat yang telah dipersiapkan. Setelah semua terkoordinasi, panitia memberikan sambutan singkat sebagai bentuk penerimaan resmi sekaligus ucapan selamat datang kepada para peserta dan guru pendamping. Sambutan tersebut menjadi pembuka yang menegaskan semangat “Together in Nature, United in Compassion.” Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto di booth yang telah disediakan sebagai dokumentasi awal. Memasuki waktu malam, para peserta dipersilakan menuju area makan malam yang telah ditata oleh divisi konsumsi. Panitia memastikan seluruh hidangan tersedia dengan baik dan setiap peserta memperoleh porsi konsumsi sesuai kebutuhan. Setelah itu, panitia kembali mengarahkan peserta menuju tempat istirahat. Dengan demikian, seluruh peserta dapat beristirahat dengan nyaman dan mempersiapkan diri menghadapi rangkaian kegiatan pada esok hari. Hari kedua Pada Kamis, 13 November 2025, peserta Yos Sudarso Metro memulai hari dengan menata diri dan bersiap mengikuti rangkaian kegiatan. Setelah semuanya rapi, mereka diarahkan untuk menikmati sarapan bersama. Divisi konsumsi telah menyiapkan hidangan dengan baik sehingga seluruh peserta dapat makan dengan nyaman dan cukup. Sedangkan untuk peserta Antonius satu satu berdatangan ke sekolah. Usai sarapan, peserta dikumpulkan di halaman untuk mengikuti upacara pembukaan di lapangan SMP–SMA Santo Antonius sebelum berangkat menuju Buperta Cibubur. Upacara dipimpin oleh Bruder Tri Antara SCJ selaku ketua pembina, yang menegaskan kembali pentingnya nilai compassion sebagai semangat utama kegiatan hari itu. Setelah upacara selesai, para peserta kembali ke area masing-masing untuk mengambil barang. Mereka kemudian memasukkan perlengkapan ke dalam tronton sesuai arahan panitia. Proses keberangkatan diatur berdasarkan pembagian kendaraan sehingga seluruh peserta dapat berangkat dengan tertib menuju Buperta. Setibanya di Buperta, kegiatan berlanjut dengan pendirian tenda. Para peserta bekerja sama merapikan area tidur dan menata barang-barang pribadi mereka. Setelah tenda siap, peserta mulai memasak makanan masing-masing menggunakan bahan-bahan yang telah disediakan oleh panitia sebagai bagian dari kegiatan kemandirian. Menjelang sore, seluruh peserta mengikuti misa bersama sebagai waktu untuk menenangkan diri dan memperdalam makna kebersamaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi, di mana peserta diajak merenungkan kembali pengalaman sepanjang hari serta memetik nilai positif dari setiap aktivitas yang telah mereka jalani. Setelah refleksi, berlangsung dinamika kelompok yang bertujuan mempererat interaksi antarpeserta. Dalam sesi ini, setiap anggota kelompok diberikan kesempatan untuk saling berkenalan dan mengetahui lebih banyak tentang satu sama lain, sehingga tercipta suasana persaudaraan yang hangat. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan jurit malam. SD, SMP, dan SMA mendapatkan rute serta tantangan yang berbeda. Peserta SD menjalani perjalanan sambil berjalan dengan mata tertutup, SMP mengikuti jejak yang telah disusun panitia, sedangkan SMA diminta memecahkan sandi morse dengan penerangan lilin. Setiap jenjang mengikuti tantangan sesuai usia mereka, dengan tetap menjaga keselamatan dan nilai pembelajaran. Hari ketiga Pada Jumat, 14 November 2025, kegiatan dimulai dengan senam pagi bersama. Seluruh peserta berkumpul di area yang telah disiapkan dan mengikuti gerakan pemanasan yang dipandu oleh panitia. Suasana pagi terasa segar dan penuh energi, menjadi awal yang baik untuk menjalani rangkaian kegiatan selanjutnya. Setelah senam, peserta kembali ke tenda masing-masing untuk melaksanakan MCK, memasak, dan menyiapkan sarapan. Divisi konsumsi memastikan kebutuhan bahan makanan tersedia, sementara pendamping dari setiap kelompok membantu proses memasak. Usai sarapan, seluruh peserta mengikuti apel “Pengenalan Cari Jejak”. Pada sesi ini, panitia memberikan penjelasan mengenai teknis kegiatan yang akan diikuti. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Cari Jejak”. Peserta diarahkan mengikuti rute yang telah disusun panitia. Setiap kelompok didampingi pendamping untuk memastikan keamanan. Dengan kegiatan : Sandi Kotak, Penyampaian Pesan Semaphore, Tebak Aroma, PBB dan Estafet Tali Temali/Membuat Simpul. Menjelang siang, peserta kembali ke tenda untuk melaksanakan kegiatan memasak makan siang. Divisi konsumsi kembali mendistribusikan bahan makanan, dan peserta menyiapkan hidangan mereka masing-masing. setelah itu diberikan waktu untuk membuat prakarya dengan bahan yang sudah di siapkan panitia. Memasuki sore hari, peserta kembali melaksanakan MCK dan menyiapkan makan malam. Mereka memasak menu sederhana sesuai bahan yang diberikan panitia. Meski kegiatan tampak rutin, namun para peserta tampak menikmati prosesnya, terutama karena dilakukan bersama teman satu kelompok. Setelah makan malam, peserta diarahkan mengikuti persiapan Upacara Api Unggun. Panitia menata area upacara dan memastikan seluruh perlengkapan tersedia. Para peserta pun mulai berkumpul dan bersiap mengikuti rangkaian acara yang merupakan salah satu momen puncak dalam kegiatan perkemahan. Saat malam tiba, Upacara Api Unggun dilaksanakan dengan meriah. Divisi acara memimpin jalannya acara. Setiap jenjang sekolah tampil membawakan persembahan sesuai kreativitas masing-masing. Kegiatan malam ditutup dengan doa malam bersama. Setelah itu, para peserta diarahkan untuk beristirahat di tenda masing-masing. Panitia memastikan seluruh peserta berada di tempat istirahat dengan aman, sehingga mereka dapat tidur dengan cukup dan siap melanjutkan kegiatan keesokan harinya. Hari keempat Pada Sabtu, 15 November 2025, kegiatan dimulai sejak pagi dengan rutinitas harian peserta. Mereka melaksanakan MCK, menyiapkan masakan, dan sarapan bersama untuk memulai hari. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti Perayaan Ekaristi untuk memohon berkat bagi penutupan kegiatan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh syukur. Serta memberikan Kesan pesan selama mengikuti Dehonian Scout Camp Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan penutupan acara. Peserta dan panitia bersama-sama menata perlengkapan, menyelaraskan rangkaian kegiatan akhir, serta memastikan segala kebutuhan upacara siap digunakan. Berikutnya, dilaksanakan Upacara Penutupan Dehonian Scout Camp yang disertai dengan sesi pemberian apresiasi bagi peserta, regu, dan individu yang menunjukkan prestasi maupun sikap terbaik selama kegiatan berlangsung. Sebagai penutup, peserta melakukan foto bersama, membongkar tenda, melaksanakan operasi semut, kemudian menikmati makan siang. Setelah segala kegiatan selesai, seluruh peserta kembali ke tempat masing-masing dengan tertib.

Serah terima Bus Sekolah Dehonian

Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon baru saja melaksanakan serah terima satu unit bus sekolah yang akan digunakan untuk mendukung operasional pendidikan di sekolah-sekolah Dehonian. Fasilitas transportasi ini diperuntukkan bagi Sekolah Santo Antonius Jakarta maupun Sekolah Yos Sudarso Metro, sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan ekstrakurikuler. Bus sekolah tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, terutama perjalanan jauh yang membutuhkan kendaraan, seperti kegiatan studi lapangan, perlombaan, maupun acara sekolah lainnya. Kehadiran bus ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan akses bagi siswa-siswi, sehingga aktivitas pendidikan dapat berjalan lebih lancar dan terfasilitasi dengan baik.

Pembukaan Yubelium Dehonian, Dehonian Value, dan Peringatan 100 Tahun Wafatnya Pater Dehon

Jakarta, 12 Agustus 2025. Susana meriah mewarnai pembukaan perayaan Yubelium Dehonian yang diselenggarakan di aula Santo Antonius wilayah Jakarta. Acara ini sekaligus menjadi momentum untuk merayakan 100 tahun wafatnya Pater Leo Yohanes Dehon SCJ, pendiri Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus, yang dikenal sebagai pelopor pemikiran Pendidikan Kristiani. Kegiatan dihadiri oleh seluruh tenaga kependidikan, guru dari berbagai unit, mualai dari SD, SMP, SMA, serta Staf Kantor Operasional Yayaysan. Tidak hanya itu, Romo Yohanes Rasul Susanto SCJ hadir sebagai  pengisi materi utama, membawa pesan dan gagasan Pater Leo Dehon. Rangkaian acara diawali dengan sesi Dehonian Value, yang membedah gagasan-gagasan penting Pater Dehon tentang pendidikan Kristiani. Materi ini menjadi bekal bagi para tendik maupun guru : mengasihi setiap anak didik, membimbing mereka menuju kematangan iman, dan membentuk pribadi yang siap membawa perubahan di tengah masyarakat. Dalam pemaparan Romo Yohanes Rasul Susanto SCJ, ditegaskan bahwa pendidikan Kristiani menurut Pater Dehon tidak hanya mengejar ijazah atau prestasi akademik semata. Pendidikan harus membawa setiap anak menuju kesempurnaan sebagai ciptaan Tuhan, mengembangkan seluruh aspek kemanusiaan, fisik, intelektual, moral, hingga spiritual dengan tahta paling tinggi yaitu kasih. Pater Dehon menggarisbawahi tiga tanggung jawab mulia seorang pendidik: Metode pendidikan yang diajarkan Pater Dehon menekankan pentingnya membangun relasi personal dengan peserta didik. Pendidik tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan hidup yang memotivasi dengan cinta, bukan dengan rasa takut. Romo Yohanes juga menyinggung peran buku dan bacaan yang mempengaruhi peserta didik. Buku yang baik dapat menjadi teman perjalanan belajar, membangkitkan imajinasi, dan membantu menemukan panggilan hidup. Sebaliknya, bacaan yang keliru dapat merusak nilai-nilai moral. Oleh karena itu, para pendidik diajak untuk selektif dalam memberikan referensi bacaan bagi siswa. Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan kegiatan penanaman 100 bibit tanaman. Aksi ini dilakukan bersama-sama oleh guru, tendik, sebagai wujud nyata peringatan 100 tahun wafatnya Pater Leo Yohanes Dehon SCJ. Melalui perayaan ini, diharapkan nilai-nilai Dehonian semakin mengakar dalam setiap langkah pelayanan pendidikan, sehingga sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ladang pembentukan pribadi yang cerdas, terampil, berkarakter dehonian.

Misa Pembukaan Tahun Ajaran 2025/2026 & Pelantikan Kepala Sekolah

Pada hari Jumat, 18 Juli 2025, seluruh warga komunitas Yayasan Santo Antonius yang terdiri atas unit SD, SMP, dan SMA Santo Antonius bersama para Bapak dan Ibu guru serta Tenaga Kependidikan, berkumpul di Gereja Santo Antonius Bidaracina dalam rangka mengikuti Misa Pembukaan Tahun Ajaran Baru sekaligus prosesi pelantikan kepala sekolah yang baru. Kegiatan ini menjadi momen penting sebagai awal perjalanan pendidikan yang baru sekaligus momentum serah terima kepemimpinan di masing-masing unit sekolah. Misa dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berlangsung dalam suasana yang khusyuk dan penuh kekhidmatan. Dalam perayaan Ekaristi tersebut, para siswa dan siswi dari SD Santo Antonius turut mempersembahkan penampilan istimewa berupa alunan musik kolintang yang menambah. Dalam homili, Romo Ignatius Trisna Setiadi, SCJ menyampaikan refleksi mendalam tentang pentingnya mengawali tahun ajaran baru dengan semangat pembaruan diri. Para peserta diajak untuk menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang mampu mengelola waktu dengan bijak, serta hidup selaras dengan kehendak Allah. Selain itu, ditekankan pula pentingnya menaati aturan yang berlaku sebagai wujud kedisiplinan dan tanggung jawab, dalam komunitas sekolah. Misa ini juga menjadi momen penting dalam proses pelantikan kepala sekolah yang baru. Ketiga kepala sekolah baru mengucapkan ikrar janji jabatan, menyatakan komitmen mereka untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat pelayanan. Ikrar tersebut disampaikan secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual kepada yayasan, rekan kerja, peserta didik, serta Tuhan sendiri. Di hadapan Ketua Yayasan dan disaksikan oleh seluruh warga sekolah, dilaksanakan prosesi penurunan jabatan kepala sekolah yang lama dan pelantikan kepala sekolah yang baru untuk ketiga unit: SD, SMP, dan SMA Santo Antonius. Proses ini menjadi simbol pergantian tanggung jawab dan harapan baru dalam kepemimpinan sekolah. Selanjutnya dilakukan serah terima jabatan secara simbolis dari kepala sekolah yang lama kepada kepala sekolah yang baru, disertai dengan penandatanganan dokumen peresmian jabatan oleh masing-masing kepala sekolah dan pihak yayasan. Prosesi ini menandai peralihan resmi tanggung jawab kepemimpinan dan sekaligus menjadi penegasan arah baru yang akan ditempuh oleh masing-masing unit sekolah. Setelah seluruh rangkaian pelantikan selesai, misa dilanjutkan hingga pada akhirnya ditutup dengan doa berkat.

Misa Tutup Tahun Ajaran 2024/2025

Pada hari Jumat, 20 Juni 2025, seluruh keluarga besar Sekolah Santo Antonius menggelar Misa Tutup Tahun Ajaran 2024/2025 di Gereja St. Antonius Padua, Bidaracina. Misa ini menjadi momen syukur bersama atas penyertaan Tuhan selama satu tahun penuh perjalanan pendidikan yang telah dilalui dengan berbagai dinamika, pencapaian, dan pertumbuhan. Misa dipimpin secara khidmat oleh Romo Trisna dan Romo Edi serta diikuti oleh para guru, karyawan, siswa, serta beberapa orang tua . Suasana misa berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Lagu-lagu rohani dinyanyikan dengan semangat, mencerminkan rasa syukur atas berkat dan penyertaan Tuhan. Dalam homilinya, Romo menyampaikan pesan penting mengenai makna menutup tahun ajaran dengan hati yang penuh syukur dan keterbukaan untuk masa depan. Ia menekankan pentingnya setiap pribadi baik siswa maupun pendidik untuk selalu tumbuh dalam semangat kasih, pelayanan, dan tanggung jawab. Sebelum misa ditutup, diadakan pemberian sertifikat apresiasi kepada guru-guru yang telah menunjukkan peran aktif dalam mengumpulkan sertifikat terbanyak dari berbagai kegiatan pengembangan diri dan profesionalisme. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat dan dedikasi para pendidik dalam terus belajar dan mengembangkan kapasitasnya demi mutu pendidikan di lingkungan YPKLD. Selain itu, momen yang penuh haru juga terjadi saat sekolah secara resmi mengucapkan selamat jalan dan terima kasih kepada beberapa guru yang memasuki masa purnabakti (pensiun) serta guru yang memutuskan untuk tidak melanjutkan tugas pelayanan di lingkungan YPKLD. Dengan hati yang penuh terima kasih, perwakilan sekolah dan para siswa memberikan ucapan perpisahan. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh murid, guru dan karyawan sebagai kenangan penutup tahun ajaran.

Pentas Seni dan Budaya Sekolah Dehonian

Pada tanggal 12 Juni 2025, suasana di Sekolah Santo Antonius Jakarta mulai dipenuhi antusiasme menyambut kedatangan tamu istimewa dari Sekolah Yos Sudarso Metro, Lampung. Rombongan peserta dari Metro telah menempuh perjalanan panjang menuju ibu kota, penuh semangat dan harapan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Pentas Seni dan Budaya Keluarga Dehonian. Setibanya di Jakarta pada malam hari, para siswa dan pendamping dari Yos Sudarso disambut dengan hangat dan meriah oleh keluarga besar Santo Antonius. Kehangatan penyambutan terasa bagaikan reuni keluarga besar. Para guru, karyawan, serta peserta didik menyambut dengan senyum dan pelukan, menciptakan suasana penuh kekeluargaan. Setelah penyambutan, rombongan Yos Sudarso diarahkan menuju ruang makan bersama. Makan malam disajikan dalam suasana santai, menjadi awal yang indah dari serangkaian acara besar yang akan dilangsungkan selama dua hari. Setelah makan malam, para peserta dari Metro dipersilakan untuk menata barang-barang dan beristirahat di tempat yang telah disiapkan. Istirahat malam itu menjadi waktu untuk memulihkan tenaga, menyatukan niat, serta mempersiapkan hati dan pikiran untuk agenda hari berikutnya yang padat. Tanggal 13 Juni 2025 dimulai dengan perayaan Misa dan pesta nama Santo Antonius, pelindung sekolah. Perayaan Misa berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan, diiringi dengan penampilan tarian liturgi dari siswa-siswi SD Santo Antonius yang memberikan sentuhan seni. Usai Misa, para peserta dan penampil mulai mengikuti sesi gladi resik. Setiap penampil, baik dari Jakarta maupun Metro, diberikan kesempatan untuk beradaptasi dengan panggung dan mengatur alur pertunjukan. Gladi resik berjalan lancar Siang menjelang sore hari, seluruh peserta kembali berkumpul untuk mengikuti kegiatan kebersamaan yang mengusung tema pakaian bernuansa merah. Tujuannya adalah untuk membangun ikatan lebih erat antar pelajar dua daerah yang berbeda. Tempat duduk diacak untuk mendorong interaksi dan keakraban. Beragam permainan dan sesi interaktif diselenggarakan. Suasana penuh tawa dan semangat kebersamaan mencerminkan nilai kasih dalam tema besar kegiatan ini: Being Loved and Loving. Kegiatan hari itu ditutup dengan harapan yang tinggi akan keberhasilan hari puncak esoknya. Tanggal 14 Juni menjadi hari puncak kegiatan. Sejak pagi, satu per satu tamu undangan mulai berdatangan: orang tua, siswa, alumni, serta tamu kehormatan lainnya. Acara dimulai dengan tarian pembuka “Gamjunjung” yang penuh keanggunan. Setelah doa pembuka, rangkaian acara pentas seni pun resmi dimulai. Penampilan demi penampilan berlangsung sesuai susunan acara, dimulai dengan penampilan drum band. Sambutan dari Ketua YPKLD membuka segmen sambutan resmi. Acara dilanjutkan dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, disusul drama segmen pertama bertema cinta kepada tanah air. Segmen selanjutnya mengangkat tema cinta kepada alam semesta. Penampilan tari semaphore, kolintang, band, dan soloist memperkuat pesan akan pentingnya menjaga dan merawat bumi. Drama segmen ketiga membahas cinta kepada sesama. Musikalisasi puisi, karate, dan pencak silat disatukan dengan harmonis, menunjukkan kekuatan cinta dalam membangun solidaritas dan perdamaian antar manusia. Segmen keempat menyuarakan cinta kepada diri sendiri. Penampilan pantomim, pembacaan puisi, hingga kolaborasi antara orang tua dan anak menghadirkan momen menyentuh dan inspiratif. Segmen kelima merupakan refleksi akan cinta kepada Tuhan. Ditampilkan berbagai pertunjukan seperti tari kontemplatif, fashion show karya lukis siswa SD, serta soloist dari alumni SMA Santo Antonius, Gibran Marten, yang hadir khusus untuk menyemarakkan acara. Acara dilanjutkan dengan pemberian sertifikat penghargaan kepada lima unit sekolah di bawah naungan YPKLD serta kepada alumni yang telah berkontribusi dalam kegiatan. Momentum ini menjadi simbol apresiasi dan motivasi bagi seluruh anggota keluarga besar Dehonian. Salah satu momen berkesan lainnya adalah lelang lukisan Jalan Salib hasil Butet Kartarajasa Lelang ini tidak hanya menampilkan kreativitas seni, namun juga sebagai bentuk penggalangan dana untuk kegiatan sosial dan pendidikan. Sebagai penutup, Frater Thomas menampilkan lukisan pasir bertema seluruh rangkaian acara sampai ke tema besar yaitu love Acara ditutup dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Para tamu dan peserta meninggalkan tempat.

Dehonian Value 2025

Pada tanggal 22 Maret 2025, seluruh karyawan Santo Antonius Jakarta berkumpul di Aula Santo Antonius lantai 4 untuk menghadiri acara Dehonian Value yang mengusung tema Berkarya dengan Spiritualitas Hati. Acara ini bertujuan untuk menanamkan semangat bekerja dengan hati, mengembangkan sikap kasih, pengabdian, dan pelayanan dalam dunia pendidikan. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua KOY yaitu Romo Igantius Trisna Setiadi, SCJ yang menekankan pentingnya nilai-nilai spiritualitas dalam dunia pendidikan. Sambutan tersebut mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan membangun budaya kasih di sekolah. Setelah sambutan, peserta diajak untuk mengikuti sesi ice breaking yang bertujuan untuk mencairkan suasana. Sesi pertama acara ini dipimpin oleh Romo Fransiskus Xaverius Marmidi, SCJ, yang membawakan materi tentang Spiritualitas Hati sebagai Landasan Karya Pendidikan. Romo Marmidi menyoroti krisis hati dan kasih yang terjadi di masyarakat modern. Beberapa poin utama yang diangkat dalam sesi ini adalah meningkatnya krisis kesehatan mental, menurunnya empati dalam masyarakat, meningkatnya polarisasi dan konflik sosial, serta eksploitasi dan ketidakpedulian terhadap penderitaan orang lain. Krisis ini juga tercermin dalam dunia pendidikan formal, di mana kasus perundungan semakin meningkat, rasa empati dan kasih di kalangan siswa menipis, serta kurangnya pendidikan emosional dan moral. Guru dan tenaga kependidikan sering kali terbebani dengan tekanan kerja yang tinggi, sementara kompetisi akademik yang berlebihan mengikis nilai kebersamaan. Romo Marmidi menegaskan bahwa meskipun dunia mengalami krisis hati dan kasih, bukan berarti perubahan tidak mungkin terjadi. Pemulihan empati melalui pendidikan emosional, membangun hubungan autentik, dan menanamkan kembali nilai-nilai kasih merupakan solusi yang dapat diterapkan. Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan pendidikan karakter, membangun budaya saling peduli, serta mengajarkan pentingnya empati dalam kehidupan sehari-hari. Guru dan tenaga kependidikan juga perlu mendapatkan dukungan emosional agar dapat mendidik dengan penuh kasih. Dalam sesi berikutnya, peserta diajak untuk mendalami Spiritualitas Hati sebagai Pemulihan. Romo Marmidi menjelaskan bahwa spiritualitas hati bersifat batiniah, mencari makna hidup, bersifat transendental, serta mempengaruhi tindakan seseorang. Spiritualitas hati merujuk pada cara hidup yang berakar dalam kasih Allah dan terwujud dalam sikap hati yang penuh kelembutan, belas kasih, serta kesetiaan kepada Tuhan dan sesama. Hal ini ditekankan dalam dunia pendidikan agar guru dan tenaga kependidikan dapat melayani dengan ketulusan. Implementasi spiritualitas hati dalam dunia pendidikan melibatkan tiga aspek utama, yaitu guru yang mengajar dengan hati, tenaga kependidikan yang melayani dengan hati, serta lingkungan sekolah yang membangun budaya kasih dan kepedulian sosial. Dalam sesi kedua, Romo Marmidi membahas mengenai Transformasi Diri dan Komunitas melalui Spiritualitas Hati. Beliau mengangkat dasar ajaran Gereja Katolik tentang pendidikan, di mana pendidikan dianggap sebagai panggilan dan perutusan, serta sebagai sarana evangelisasi. Hati Yesus dijadikan sebagai model pendidikan, di mana kesabaran, kerendahan hati, dan kasih menjadi nilai utama dalam proses pembelajaran. Para pendidik diajak untuk menghadapi tantangan dengan iman dan pengharapan serta membangun relasi yang penuh kasih. Membangun budaya kasih di sekolah dapat diwujudkan melalui komunikasi yang penuh empati antara rekan kerja dan siswa, kolaborasi yang dilandasi semangat pelayanan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang penuh kasih dan hormat. Namun, tantangan dalam mewujudkan budaya hati kasih tetap ada, seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya kasih, lingkungan yang kurang mendukung, serta minimnya keteladanan. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah pendidikan karakter yang konsisten, kebijakan sekolah yang mendorong interaksi positif, serta menumbuhkan keteladanan dalam berbicara, bertindak, dan bersikap. Sebagai penutup, Romo Marmidi menyampaikan bahwa spiritualitas hati dalam karya pendidikan adalah panggilan untuk mendidik dengan hati yang selaras dengan Hati Yesus. Guru dan tenaga kependidikan tidak hanya bertugas mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan iman peserta didik. Dengan meneladani kasih, kesabaran, dan kerendahan hati Yesus, pendidikan dapat menjadi sarana evangelisasi yang membawa terang Kristus ke dalam dunia. Sebagaimana yang tertulis dalam Amsal 22:6, “Didiklah anak itu menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.”. Acara ditutup dengan sesi foto bersama. 

Misa Memperingati Hari Kelahiran Pater Leo Dehon ke-182

Dalam rangka memperingati 182 tahun kelahiran Pater Leo Dehon, mengenang 100 tahun wafatnya, serta merayakan 150 tahun berdirinya Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ), keluarga besar Santo Antonius mengadakan Misa Syukur yang berlangsung dengan khidmat. Acara ini diselenggarakan di lapangan SMP dan SMA Santo Antonius dan dihadiri oleh seluruh peserta didik dari unit SD, SMP, dan SMA, serta para guru dan tenaga kependidikan. Seluruh peserta misa mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, mencerminkan kekayaan budaya yang ada di Indonesia serta semangat kebersamaan yang diajarkan oleh Pater Leo Dehon. Kehadiran anak-anak dengan pakaian adat ini menambah keseruan acara, sekaligus menjadi wujud nyata dari nilai keberagaman yang dijunjung tinggi di lingkungan sekolah Misa dimulai dengan suasana yang penuh syukur dan hormat, seluruh peserta mengikuti jalannya ibadah dengan penuh kekhusyukan. Suara doa yang terdengar berpadu dengan nyanyian merdu dari paduan suara SD Santo Antonius yang telah mempersiapkan diri dengan baik untuk melayani dalam perayaan misa ini. Pada saat homili, Romo Ignatius Trisna Setiadi, SCJ mengajak seluruh peserta misa untuk mengenal lebih dalam siapa Pater Leo Dehon. Beliau adalah seorang imam yang mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan kasih, pendidikan, dan keadilan sosial. Dalam homilinya, Romo juga mengajukan pertanyaan reflektif kepada para peserta misa mengenai makna perayaan ini dan bagaimana kita dapat meneladani semangat pelayanan yang diwariskan oleh Pater Leo Dehon. Sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam misa, Romo Trisna memanggil beberapa anak yang mengenakan pakaian adat terbaik dari masing-masing jenjang pendidikan, termasuk seorang perwakilan dari para guru. Anak-anak tersebut maju ke depan dan berbagi pengalaman serta makna dari pakaian adat yang mereka kenakan. Momen ini menjadi salah satu bagian yang menarik dalam perayaan misa karena menampilkan keberagaman budaya dalam satu perayaan iman. Setelah misa selesai, seluruh peserta berfoto bersama sebagai kenang-kenangan atas perayaan yang istimewa. Suasana penuh kebersamaan dan sukacita tampak jelas dalam raut wajah para peserta yang merasa terberkati telah menjadi bagian dari perayaan ini.

Dehonian Day

Pada hari Sabtu, 15 Maret 2025, sekolah Santo Antonius mengadakan kegiatan Dehonian Day dengan tema One Heart, One Love, One Dehonian. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dari jenjang SD, SMP, dan SMA, serta para orang tua murid. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan dalam keluarga besar Santo Antonius serta menumbuhkan semangat solidaritas dan kebersamaan serta cinta lingkungan. Kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan di lapangan sekolah. Dalam upacara ini, kepala sekolah menyampaikan sambutan serta menjelaskan rangkaian acara yang akan berlangsung sepanjang hari. Setelah pembukaan, seluruh peserta diarahkan menuju pintu gerbang sekolah untuk memulai kegiatan jalan sehat. Jalan sehat ini dilakukan dengan rute yang telah ditentukan, yaitu mengitari daerah sekitar sekolah. Peserta berjalan dari sekolah menuju tikungan lampu merah Jatinegara, melewati Stasiun Jatinegara, Pasar Batu Akik, lampu merah Rumah Sakit Premier, belokan bawah flyover Kampung Melayu, dan kembali ke sekolah. Seluruh peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar, masing-masing didampingi oleh guru, tenaga kesehatan, serta ambulans yang siap siaga. Tim dokumentasi juga turut mengabadikan momen kebersamaan selama perjalanan. Selain sebagai ajang kebugaran, jalan sehat ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Selama perjalanan, siswa-siswi serta orang tua murid diberikan kantong kresek oleh pihak sekolah untuk mengambil sampah yang ditemukan di sepanjang rute. Kegiatan ini dilakukan dengan penuh semangat dan antusiasme, serta berlangsung dengan tertib dan kondusif. Setibanya kembali di sekolah, peserta diberikan waktu untuk beristirahat. Sambil beristirahat, para peserta disuguhkan berbagai penampilan dari siswa-siswi SD Santo Antonius. Beragam keahlian ditampilkan di atas panggung dengan penuh percaya diri dan kekompakan, menciptakan suasana yang penuh semangat dan apresiasi. lomba paduan suara keluarga. Lomba memasak diadakan di lapangan rumput lantai dasar, sedangkan lomba paduan suara berlangsung di aula lantai empat. Setiap keluarga serta siswa-siswi yang berpartisipasi melakukan persiapan sesuai dengan kategori lomba yang diikuti. Untuk lomba memasak, panitia menghadirkan dua juri dari luar sekolah yang memiliki pengalaman di bidang kuliner. Para peserta mulai mempersiapkan bahan-bahan, memotong, memasak, dan menyajikan makanan dengan kreativitas masing-masing. Suasana kompetisi berlangsung dengan penuh semangat dan sportivitas. Sementara itu, lomba paduan suara menampilkan berbagai kelompok dengan aransemen suara yang luar biasa. Setiap kelompok tampil dengan kostum unik dan membawakan lagu yang sudah ditentukan oleh sekolah dengan teknik vokal yang matang. Perlombaan ini dinilai oleh juri profesional dari luar sekolah. Setelah seluruh perlombaan selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan ekstrakurikuler dari unit SD, SMP, dan SMA Santo Antonius. Setiap unit menampilkan bakat terbaik mereka dalam bidang seni dan olahraga, memperlihatkan beragam keterampilan yang telah mereka kembangkan di sekolah. Sebagai penutup, diumumkan para pemenang dari berbagai perlombaan yang telah berlangsung. Para pemenang mendapatkan penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kreativitas mereka. Tidak lupa, selama acara berlangsung, panitia juga membagikan doorprize untuk semakin memeriahkan acara sebagai peringatan hari kelahiran Pater Dehon yang ke-182. Acara Dehonian Day pun berakhir dengan lancer

Seminar DNA Talent

Pada kegiatan seminar yang wajib diikuti oleh para guru, dengan tema pembahsan “Talent DNA: Mengenali dan Mengoptimalkan Potensi Diri”. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya mengenali potensi diri melalui Talent DNA agar dapat mengembangkan kemampuan secara maksimal sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Dalam seminar ini, membahas mengenai konsep Talent DNA, yaitu bagaimana setiap individu memiliki keunikan dalam kemampuan dan keahlian. Tidak ada dua individu yang memiliki potensi yang sama persis, sehingga setiap orang harus menemukan dan mengembangkan kekuatan mereka sendiri. Dengan memahami Talent DNA, seseorang dapat lebih mudah memilih bidang yang sesuai dengan kemampuannya dan beradaptasi dalam berbagai situasi. Salah satu poin utama yang dibahas dalam seminar ini adalah bagaimana mengenali kelebihan dan kelemahan diri sendiri. Kelebihan yang dimiliki seseorang dapat menjadi modal utama dalam mencapai kesuksesan, sedangkan kelemahan bukanlah penghalang, melainkan tantangan yang dapat diatasi dengan usaha yang lebih besar. Dengan memahami kedua aspek ini, seseorang dapat menentukan strategi yang tepat untuk mencapai tujuannya. Selain itu, seminar ini juga menekankan bahwa setiap individu memiliki keahlian yang berbeda-beda. Tidak semua orang unggul dalam bidang yang sama, sehingga penting untuk memahami bahwa perbedaan ini bukanlah kelemahan, melainkan keunikan yang harus dihargai. Dengan mengetahui bidang yang paling sesuai, seseorang dapat lebih mudah berkembang dan berkontribusi secara maksimal dalam lingkungan kerja. Namun, bukan berarti seseorang yang tidak memiliki keahlian dalam suatu bidang tidak bisa mencapainya. Dalam seminar ini dijelaskan bahwa meskipun merupakan bakat alami, seseorang tetap bisa menguasai suatu keterampilan dengan usaha yang lebih besar dan strategi yang tepat. Dengan kata lain, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh kerja keras dan ketekunan dalam belajar serta beradaptasi. Dalam sesi praktik, peserta diminta untuk mengisi sebuah form yang nantinya akan menghasilkan analisis kepribadian mereka berdasarkan Talent DNA. Hasil dari formulir ini akan memberikan gambaran mengenai tipe kepribadian masing-masing peserta, termasuk kelebihan, tantangan yang mungkin dihadapi, serta bidang yang paling sesuai untuk mereka. Setiap peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai hasil mereka, termasuk di bagian mana mereka berada dalam spektrum kepribadian dan bagaimana cara menyikapinya secara bijak.

Copyright 2026 © Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon