Introduksi Nilai Nilai Dehonian

Kegiatan Introduksi Nilai-Nilai Dehonian bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon dilaksanakan pada 14–16 Agustus 2026 di RPCB Matow Way Hurik. Kegiatan ini diikuti oleh 15 pendidik dan tenaga kependidikan baru serta didampingi oleh 5 orang pendamping. Selama tiga hari, peserta tidak hanya mendapatkan berbagai materi mengenai Yayasan dan spiritualitas Dehonian, tetapi juga diajak untuk membangun relasi, berefleksi, berdiskusi, dan mengenal satu sama lain dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembagian name tag dan perkenalan. Setiap peserta memperkenalkan diri secara bergantian sehingga mulai terbentuk suasana yang lebih akrab. Setelah semua peserta memperkenalkan diri, peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Dalam kelompok, peserta saling bertanya mengenai pribadi, pengalaman, dan latar belakang masing-masing. Hasil percakapan tersebut kemudian disampaikan kembali oleh setiap peserta. Kegiatan sederhana ini membantu peserta untuk lebih mengenal satu sama lain dan mulai membangun komunikasi yang terbuka.

Setelah perkenalan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan dinamika kelompok. Peserta mengikuti permainan cari teman dan permainan mengikuti gerakan yang ditampilkan di layar. Suasana menjadi lebih santai dan menyenangkan karena peserta harus berinteraksi serta mengikuti kegiatan bersama. Dari permainan tersebut, peserta belajar bahwa kekompakan, keberanian untuk berkomunikasi, dan kesediaan untuk bekerja sama menjadi bagian penting dalam membangun sebuah kelompok.

Setelah beristirahat dan melakukan kegiatan pribadi, peserta mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Methodius, SCJ. Selanjutnya, Bruder Petrus Tri Antara, SCJ menyampaikan materi mengenai Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon dan identitas Sekolah Dehonian. Peserta diajak mengenal sejarah, peran Yayasan, serta hubungannya dengan Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Dari materi tersebut, peserta mulai memahami bahwa menjadi bagian dari Yayasan bukan hanya berarti memiliki sebuah pekerjaan, tetapi juga mengambil bagian dalam sebuah perutusan pendidikan.

Pembinaan kemudian berlanjut pada pengenalan visi, misi, semangat dasar, dan budaya kerja Dehonian. Tiga semangat utama, yaitu Ecce Venio, Sint Unum, dan Adveniat Regnum Tuum, diperkenalkan sebagai nilai yang perlu dihidupi dalam menjalankan tugas. Peserta diajak memahami Ecce Venio sebagai semangat kesiapsediaan dan tanggung jawab, Sint Unum sebagai semangat persatuan dan kebersamaan, serta Adveniat Regnum Tuum sebagai semangat menghadirkan kasih, keadilan, kedamaian, dan pelayanan.

Materi kemudian diarahkan pada perilaku yang diharapkan dari guru dan tenaga kependidikan, termasuk tugas dan tanggung jawab serta etika dan kode etik pegawai. Peserta diajak melihat bahwa profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dengan integritas, kedisiplinan, kepedulian, komunikasi yang santun, keteladanan, dan kemauan untuk terus belajar. Sesi tersebut ditutup dengan pertanyaan dan tanggapan peserta sebagai bentuk pemahaman dan refleksi terhadap materi yang telah diberikan.

Hari kedua diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. F. Edi Setiawan, SCJ. Setelah itu, peserta mengikuti pembinaan mengenai Spiritualitas Pater Dehon. Dalam sesi ini, peserta mengenal sosok Pater Yohanes Leo Dehon, perhatian dan kepeduliannya terhadap pendidikan serta kaum muda, dan bagaimana semangat tersebut diteruskan dalam karya pendidikan Dehonian. Peserta diajak memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk manusia secara utuh, baik dalam aspek intelektual, karakter, moral, maupun iman.

Pembahasan kemudian berfokus pada tiga nilai utama spiritualitas Dehonian. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diberikan lembar refleksi untuk melihat bagaimana nilai Ecce Venio, Sint Unum, dan Adveniat Regnum Tuum dapat ditemukan dalam pengalaman dan tugas mereka sehari-hari. Hasil refleksi kemudian dibahas bersama. Peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan jawaban, pengalaman, dan pandangan mereka serta menanggapi pertanyaan dari pemateri. Proses ini membuat materi terasa lebih dekat karena peserta dapat menghubungkannya dengan pengalaman nyata.

Setelah sesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan dinamika kelompok melalui permainan tebak kalimat pendek dan berbagai permainan berkelompok. Kegiatan kembali menekankan kekompakan, komunikasi, dan kerja sama. Setelah itu, peserta mengikuti pembinaan bersama Rm. Methodius Darmuat, SCJ mengenai Konsep Pendidikan Dehon. Peserta diajak memahami pandangan Pater Dehon bahwa pendidikan merupakan sebuah kepercayaan dan panggilan untuk membentuk manusia yang utuh. Guru dan tenaga kependidikan tidak hanya berperan dalam menyelesaikan tugas masing-masing, tetapi juga ikut membentuk suasana dan karakter lingkungan sekolah melalui sikap, pelayanan, komunikasi, dan keteladanan.

Dalam pembinaan tersebut, peserta juga mengenal tujuh prinsip pendidikan Dehonian, yaitu Kristosentris, integral, digerakkan oleh kasih, kesatuan iman dan akal, pendidikan sebagai panggilan suci, sinergi keluarga dan Gereja, serta pendidikan yang inspiratif. Peserta diajak melihat bahwa sekolah Dehonian seharusnya menjadi tempat yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu peserta didik bertumbuh menjadi manusia yang memiliki hati, iman, karakter, dan kepedulian terhadap sesama. Refleksi bagi karyawan baru kemudian mengajak peserta memikirkan bagaimana masing-masing pribadi ingin hadir dan berkontribusi sebagai bagian dari sekolah Dehonian.

Pada malam harinya, kegiatan ditutup dengan malam kebersamaan. Peserta bersama-sama pergi keluar untuk makan dan berbincang dalam suasana yang lebih santai. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal rekan kerja lebih dekat di luar suasana pembinaan. Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menjadi pengalaman penting dalam memahami makna Sint Unum, yaitu membangun persatuan dan persaudaraan dalam kehidupan bersama.

Hari ketiga diawali dengan meditasi terpimpin oleh Rm. Trisna Setiadi, SCJ. Setelah itu, peserta mengikuti materi mengenai administrasi kepegawaian dan Karya Tulis Ilmiah. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai status kepegawaian mulai dari karyawan kontrak, Calon Pegawai Tetap (Capeg), hingga Pegawai Tetap, serta ketentuan mengenai kenaikan berkala dan kenaikan ruang/golongan. Peserta juga diperkenalkan pada Karya Tulis Ilmiah sebagai salah satu bentuk pengembangan profesional dan bagian dari proses kepegawaian.

Setelah sesi bersama Rm. Trisna Setiadi, SCJ selesai, dibuka sesi tanya jawab bersama Bruder Petrus Tri Antara. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan yang masih ingin dipahami, baik mengenai materi introduksi maupun ketentuan kepegawaian. Beberapa pertanyaan berkaitan dengan cuti guru dan tenaga kependidikan, penggajian dari status kontrak hingga Pegawai Tetap, serta tunjangan istri. Pertanyaan tersebut dijelaskan oleh Bruder Petrus sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai ketentuan yang berlaku di Yayasan.

Rangkaian kegiatan akhirnya ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Trisna Setiadi, SCJ. Misa penutup menjadi ungkapan syukur atas seluruh proses yang telah dilalui bersama. Setelah makan siang, peserta kemudian kembali ke wilayah masing-masing dengan membawa pengalaman, pemahaman, dan refleksi yang diperoleh selama kegiatan.

Secara keseluruhan, kegiatan introduksi ini memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar pengenalan terhadap Yayasan. Peserta diajak mengenal identitas dan spiritualitas Dehonian, membangun relasi dengan sesama, memahami konsep pendidikan, mengenal budaya kerja, serta memahami berbagai ketentuan kepegawaian. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, peserta diharapkan semakin menyadari bahwa menjadi bagian dari Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon berarti mengambil bagian dalam sebuah perutusan pendidikan. Semangat Ecce Venio, Sint Unum, dan Adveniat Regnum Tuum diharapkan tidak berhenti pada materi yang diterima selama kegiatan, tetapi dapat diwujudkan dalam cara bekerja, melayani, berelasi, dan mendampingi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sebelumnya
Selanjutnya
Copyright 2026 © Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon